Dosen FKIP Unimal Gelar Simulasi UTBK, Puluhan Siswa Uji Kesiapan Hadapi Seleksi PTN

Dosen FKIP Unimal Gelar Simulasi UTBK, Puluhan Siswa Uji Kesiapan Hadapi Seleksi PTN

UNIMALNEWS | Reuleut — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Malikussaleh menyelenggarakan simulasi Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) bagi siswa SMA sederajat di Aula FKIP, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini diikuti 62 peserta dari berbagai sekolah dan berlangsung tertib serta penuh antusiasme.

Simulasi tersebut bertujuan membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi UTBK lebih dini. Melalui try out ini, peserta dapat mengukur tingkat kesiapan, memahami pola dan karakteristik soal, serta menyusun strategi pengerjaan yang lebih efektif sebelum mengikuti ujian resmi.

Pelaksanaan ujian dirancang menyerupai sistem UTBK sebenarnya. Peserta mengerjakan soal Tes Potensi Skolastik (TPS) dan literasi sesuai durasi waktu yang telah ditentukan. Setelah ujian selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan soal bersama mahasiswa FKIP Universitas Malikussaleh.

Dalam sesi diskusi, sejumlah soal yang dinilai menantang dibedah secara mendalam. Pemateri memberikan penjelasan mengenai teknik memahami bacaan pada soal literasi, strategi cepat menyelesaikan penalaran umum, hingga cara mengatur waktu secara efisien saat mengerjakan soal numerasi. Peserta juga aktif mengajukan pertanyaan terkait kendala yang mereka alami selama ujian.

Ketua panitia, Fajrul, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan serta tingginya partisipasi siswa.

“Antusiasme peserta sangat baik. Hasil try out ini menunjukkan variasi kemampuan siswa yang dapat menjadi bahan evaluasi penting untuk mempersiapkan diri menghadapi UTBK,” katanya.

Dosen FKIP Edukasi SNBP di SMAN 2 Seunuddon, Siswa Dibekali Strategi Lolos PTN

Dosen FKIP Edukasi SNBP di SMAN 2 Seunuddon, Siswa Dibekali Strategi Lolos PTN

UNIMALNEWS | Lhoksukon – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menggelar kegiatan Edukasi dan Pendampingan Strategis SNPMB Jalur SNBP Berbasis Minat, Daya Tampung, dan Peluang Lolos bagi siswa kelas XII pada 11 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di SMAN 2 Seunuddon ini menjadi bagian dari komitmen FKIP dalam membantu calon mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.

Program edukasi tersebut menghadirkan tim dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, yakni Trisfayani, S.Pd., M.Pd., Reza Pahlevi Ginting, M.Pd., Ririn Rahayu, S.Pd., M.Pd., Resa Permata Sari, M.Pd., dan Ikhwan Zuhdi, M.Pd. Para pemateri memberikan penjelasan komprehensif terkait Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), khususnya jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Trisfayani mengatakan materi yang disampaikan meliputi pengenalan mekanisme SNBP, panduan teknis pendaftaran, hingga strategi memilih program studi sesuai minat dan potensi akademik. Siswa juga dibekali informasi daya tampung program studi di lingkungan FKIP agar dapat mempertimbangkan pilihan secara rasional dan terukur.

"Selain itu, kami turut mensosialisasikan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sebagai bentuk dukungan pemerintah bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Penjelasan mencakup persyaratan, alur pendaftaran, manfaat yang diperoleh, serta pentingnya mempersiapkan dokumen sejak dini," katanya.

Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh pemahaman lebih mendalam tentang perencanaan studi lanjut. Tim pemateri juga memperkenalkan berbagai program studi FKIP beserta prospek karier di bidang pendidikan, sehingga peserta memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai masa depan akademik dan profesional mereka.

"Banyak siswa aktif bertanya mengenai mekanisme seleksi, tingkat persaingan, peluang kelulusan, hingga tips menentukan jurusan yang tepat. Dari hasil kunjungan tersebut, teridentifikasi masih ada sejumlah siswa yang sebelumnya belum menentukan pilihan perguruan tinggi. Namun setelah mengikuti kegiatan, beberapa di antaranya mulai menunjukkan ketertarikan terhadap program studi di FKIP," pungkasnya.

Dosen FKIP Unimal Sosialisasikan Jalur SNBP di MAS Syamsudduha Aceh Utara

Dosen FKIP Unimal Sosialisasikan Jalur SNBP di MAS Syamsudduha Aceh Utara

UNIMALNEWS | Aceh Utara — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di MAS Syamsudduha, Aceh Utara, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada siswa kelas XII terkait mekanisme, persyaratan, dan strategi menghadapi seleksi nasional tersebut.

Sosialisasi yang diikuti siswa dan guru dengan antusias ini menghadirkan tim dosen FKIP Unimal, yakni Aklimawati M.Pd, Fajrul Wahdi Ginting M.Pd., Isna Rezkia Lukman M.Pd., serta Mursalin M.Pd. Para pemateri menyampaikan informasi seputar kebijakan terbaru SNBP, kriteria penilaian prestasi akademik dan nonakademik, serta gambaran program studi unggulan di lingkungan FKIP.

Selain pemaparan teknis, siswa juga diberikan motivasi untuk mempersiapkan diri sejak dini agar mampu bersaing secara optimal pada jalur seleksi berbasis prestasi tersebut.

Salah satu pemateri, Fajrul Wahdi Ginting, menyebut jalur SNBP sebagai peluang besar bagi siswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa melalui tes tertulis.

“Melalui SNBP, siswa memiliki kesempatan melanjutkan studi tanpa tes, asalkan mampu menjaga konsistensi prestasi akademik. FKIP Universitas Malikussaleh membuka peluang luas bagi lulusan madrasah untuk berkembang menjadi pendidik profesional,” tuturnya.

Pihak MAS Syamsudduha Aceh Utara, Jumiati menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi ini sangat membantu siswa dalam memahami jalur masuk perguruan tinggi sekaligus meningkatkan motivasi melanjutkan pendidikan.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran tim FKIP Unimal. Kegiatan ini membuka wawasan siswa tentang SNBP dan mendorong mereka untuk lebih percaya diri melanjutkan studi ke perguruan tinggi,” katan Jumiati.

Dosen Pendidikan Matematika Unimal hadiri Konferensi Internasional CITAD 8 di Spanyol

Dosen Pendidikan Matematika Unimal hadiri Konferensi Internasional CITAD 8 di Spanyol

UNIMALNEWS | Barcelona — Dosen Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Malikussaleh (Unimal), Herizal, berpartisipasi sebagai presenter dalam CITAD 8: 8th International Conference on the Anthropological Theory of the Didactic, sebuah konferensi internasional bergengsi yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Centre de Recerca Matemàtica (CRM), Universitat Autònoma de Barcelona, Spanyol.

Konferensi ini diikuti oleh 99 akademisi dan peneliti dari berbagai negara di Asia, Eropa, dan Amerika. Peserta berasal dari Cina dan Jepang, serta sejumlah negara Eropa seperti Spanyol, Prancis, Jerman, Denmark, Norwegia, Kroasia, Portugal, Swedia, dan Swiss. Dari kawasan Amerika, peserta datang dari Brasil, Peru, Argentina, Kanada, dan Meksiko. Dalam forum ilmiah internasional tersebut, Herizal menjadi satu-satunya peserta yang mewakili Indonesia.

Keikutsertaan Herizal dalam CITAD 8 didukung oleh grant dari panitia konferensi yang diberikan kepada peserta terpilih. Sebagai presenter, ia memaparkan hasil kajian ilmiah sekaligus terlibat aktif dalam diskusi akademik bersama para peneliti internasional yang berfokus pada pengembangan teori dan metodologi pendidikan matematika, khususnya dalam kerangka Anthropological Theory of the Didactic (ATD).

CITAD 8 menghadirkan Yves Chevallard, penggagas utama ATD, sebagai keynote speaker. Selain itu, konferensi ini juga dihadiri oleh sejumlah pakar ATD dunia, seperti Marianna Bosch dan Carl Winslow, yang dikenal luas sebagai tokoh sentral dalam pengembangan teori tersebut. Kehadiran para ahli ini menjadikan CITAD 8 sebagai forum strategis dalam penguatan diskursus teoretis dan metodologis penelitian pendidikan matematika global.

Mengusung tema “Research Praxeologies in the Anthropological Theory of the Didactic”, CITAD 8 menjadi ruang akademik untuk memperdalam perdebatan ilmiah terkait praktik penelitian (praxeology) dalam ATD. Konferensi ini membahas karakteristik praxeologis penelitian, serta bagaimana konsep dan perangkat ATD dimobilisasi dalam kajian pendidikan matematika.

Dalam kesempatan tersebut, Herizal mempresentasikan makalah yang mengkaji prakseologi buku teks matematika, serta transposisi didaktis dan prakseologi, yang merupakan bagian penting dalam kerangka Anthropological Theory of the Didactic.

Terkait pengalamannya mengikuti konferensi tersebut, Herizal mengungkapkan bahwa partisipasinya memberikan manfaat akademik yang sangat signifikan.

“Konferensi ini memberi banyak pembelajaran dan pengalaman, terutama dalam memperdalam pemahaman terhadap teori-teori dalam kerangka ATD. Saya juga berkesempatan berdiskusi dan bertemu langsung dengan para pakar ATD yang selama ini menjadi rujukan utama dalam penelitian saya,” ungkapnya.

Infrastruktur Jadi Kunci Pemulihan Pendidikan Pascabanjir Aceh Utara

Infrastruktur Jadi Kunci Pemulihan Pendidikan Pascabanjir Aceh Utara

RRI.CO.ID, Aceh Utara - Infrastruktur menjadi faktor utama dalam membangun kembali sektor pendidikan pascabanjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara. pada akhir November 2025 lalu, Kerusakan fasilitas sekolah akibat banjir dinilai berdampak langsung terhadap keberlangsungan proses belajar mengajar.

Pengamat pendidikan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Malikussaleh, Dr. Siraj, S.Pd., M.Pd, menilai pemulihan infrastruktur pendidikan harus menjadi prioritas agar aktivitas belajar siswa dapat kembali berjalan normal.

Menurut Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP Universitas Malikussaleh tersebut, setelah turun langsung ke sejumlah lokasi di wilayah pedalaman Aceh Utara, masih banyak sekolah yang mengalami kerusakan infrastruktur cukup parah.

Ia menyebutkan, di Kecamatan Baktya ditemukan fasilitas sekolah yang rusak berat akibat banjir. Kondisi ini dinilai sangat mengganggu proses belajar mengajar bagi siswa.

Selain itu, di wilayah Bungkah, Dr. Siraj juga mendapati kondisi infrastruktur pendidikan yang hingga kini belum memadai, baik dari sisi bangunan maupun sarana pendukung lainnya.

"dampak banjir tidak hanya merusak bangunan sekolah, tetapi juga menyebabkan banyak siswa kehilangan perlengkapan belajar, seperti buku, seragam, dan alat tulis" ujar Siraj kepada RRI Jumat 6 Februari 2026.

Ia berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera melakukan percepatan pemulihan infrastruktur agar kualitas pendidikan di Aceh Utara dapat kembali pulih.